Relationship

Merintis Bisnis Kuliner

Ingin berhenti bekerja dan merintis bisnis kuliner? Farah Dini Novita, BA(Hons), RFAdari Fin-Ally Consulting memberi saran yang bisa menjadi referensi saat Anda memutuskan memulai usaha kuliner.

Sebelum memulai suatu bisnis, ada dua hal yang harus Anda perhatikan sebagai akibat peralihan dari status pegawai menjadi full time wiraswasta. Pertama Anda harus menghitung kebutuhan bulanan Anda dan keluarga. Apabila Anda berhenti bekerja, apakah penghasilan suami cukup untuk memenuhi kebutuhan bulanan Anda sekeluarga? Kedua, pastikan Anda mempersiapkan dana darurat. Dana ini berfungsi untuk hal-hal yang sifatnya mendesak. Karena tidak bekerja lagi dan masih beradaptasi dengan bisnis yang baru, maka penghasilan yang tadinya double menjadi single income. Bila dana darurat tidak dipersiapkan, sewaktu-waktu Anda dan suami butuh dana besar, bisnis Anda bisa tersendat karena keuntungan awal malah digunakan untuk hal darurat. Siapkan dana darurat paling tidak 12x pengeluaran bulanan Anda.

Untuk lokasi, sebaiknya Anda menyewa tempat terlebih dahulu. Lokasi harus strategis

Cek lokasi, apakah dekat dengan perkantoran, sekolah, kost atau tempat tinggal. Hal ini berkaitan dengan target market. Lakukan tes pasar sebelum Anda mengeluarkan dana yang terlalu banyak untuk membeli tempat berdagang. Lebih baik modal awal Anda digunakan untuk berinovasi pada makanan. Modal yang wajar untuk pemula tergantung dari kemampuan Anda. Anda dapat mulai menambah modal untuk inovasi dan ekspansi apabila nama warung Anda sudah mulai dikenal dan banyak mendapat tanggapan yang positif.

Tip pemula untuk membuka bisnis kuliner :

    1. Rasa menentukan segalanya

Selalu berinovasi untuk menciptakan makanan. Usahakan memiliki hidangan utama yang menjadi ciri khas warung Anda.

    1. Mengurus izin usaha

Apabila warung kecil, tidak perlu mendirikan PT atau CV. Cukup ijin usaha dagang yang disahkan oleh notaris dan dilaporkan kepada RT dan RW setempat.

    1. Pelayanan dan kebersihan

Pelayanan yang ramah dan cepat sangat penting untuk pelanggan. Kebersihan warung harus dijaga sehingga menciptakan kenyamanan bagi yang datang.

    1. Penyajian harus menarik

Apabila penyajian Anda menarik, pelanggan akan tergugah untuk mengambil foto makanan tersebut untuk dipamerkan di social media.

    1. Promosi

Gunakan social media untuk berinteraksi dengan pelanggan dan mempromosikan warung Anda. Kuncinya adalah promosi dari mulut ke mulut. Apabila pelanggan yang sudah mencicipi hidangan Anda puas, maka mereka bisa menceritakannya kepada teman-teman terdekat.

Share Button

Comments

comments

Previous post

Percaya Diri Menghadapi si Bossy

Next post

Hadapi Nilai Anak yang Menurun