Atasi Kejenuhan Dalam Berumah Tangga

Atasi Kejenuhan Dalam Berumah Tangga

Berapa usia perkawinan Anda? Tiga tahun? Lima tahun? Sepuluh tahun? Kapan sebenarnya perkawinan memasuki usia rawan? Sebuah penelitian menunjukkan kepuasan tertinggi pernikahan terjadi pada masa bulan madu. Saat kehamilan pertama kepuasan sedikit menurun.

Ketika anak pertama lahir, kepuasan akan turun lagi karena badan lelah, waktu tersita, dan mulai timbul pertentangan tentang bagaimana mengurus si kecil. Jika dicapai kesepakatan akan pola rumah tangga pasca kelahiran anak, kepuasan akan perlahan meningkat kembali. Namun masalah rumah tangga tidak sesederhana itu ada banyak faktor yang memengaruhi turun naiknya sebuah hubungan.

Banyak pasangan merasa masalah timbul ketika sudah terjebak rutinitas. Namun Anna Surti Ariani, psikolog yang mendalami masalah relationship mengungkapkan dalam berumah tangga rutinitas ternyata tetap diperlukan. “Sesuatu yang monoton itu sebetulnya menimbulkan rasa aman,” kata Nina. Misalnya setiap pagi Anda dan suami berciuman sebelum berangkat bekerja. Atau setiap pulang kantor anak-anak akan menyambut Anda meski dengan segala rengekannya. Tetapi itu menimbulkan rasa aman.

Perubahan yang terlalu sering justru membingungkan karena tidak bisa diprediksi dan bisa menimbulkan kecemasan. “Kemarin dipeluk, hari ini dicuekin, duh besok bagaimana nih?”

Rutinitas menjadi masalah jika menimbulkan kebosanan. Rasa bosan inilah yang dapat mengganggu keharmonisan hubungan Anda. “Misalnya hubungan intim yang dilakukan tidak pernah berubah, ya waktunya, ya tempatnya, ya posisinya,” ujar Nina.

Ciptakan kejutan-kejutan kecil

Jika rutinitas yang terjadi mengganggu Anda. Ciptakanlah kejutan-kejutan kecil. Ada banyak cara mengekspresikan rasa sayang. “Ada yang dengan kata-kata atau rayuan, ada yang dengan hadiah, bahkan ada yang dengan memberikan waktunya yang berharga, misalnya menemani lembur hingga larut meski esoknya ia harus meeting pagi-pagi,” saran Nina.

Namun untuk beberapa orang kejutan justru menjadi masalah, karena diikuti dengan timbulnya kecurigaan. Kenapa si dia tiba-tiba memberi hadiah? Jangan-jangan sudah melakukan kesalahan. “Penting untuk mengenali gaya pasangan mengekspresikan cinta,” ujar Nina. Jika Anda memahami gaya pasangan, kecurigaan itu tidak akan muncul.