Menciptakan Wirausaha Baru

Menciptakan Wirausaha Baru

Semangat kewirausahaan menjadi bagian penting dari pendidikan karakter yang harus dimulai sejak dini. Menurut teori David McLelland, yang merupakan seorang Sosiolog Pembangunan, sebuah negara dapat dikatakan makmur bila terdapat setidaknya 2% dari total populasi negara tersebut merupakan wirausahawan. Mengapa demikian?

Dengan adanya wirausaha, maka ini dapat menciptakan lapangan kerja baru dan akan membantu dalam perekonomian. Pada tingkat kecil setidaknya dapat membuat wirausahawan tersebut tidak perlu mencari pekerjaan dan dalam skala besar dapat mengurangi angka pengangguran karena semakin minimnya lapangan pekerjaan yang ada. Dengan tingginya angka pengangguran akan berbanding lurus dengan kenaikan pada tingkat kriminal, meningkatkan pembangunan ekonomi yang merata, serta mengurangi konsentrasi kekuasaan ekonomi. Namun data dari Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2012 menunjukkan jumlah wirausahawan di Indonesia baru mencapai 1,56%.

Berangkat dari kenyataan di atas beberapa waktu lalu Sampoerna Scool of Education (SSE) menyelenggarakan National Educators Conference 2012. Tema yang diusung kali ini adalah Membentuk Kembali Pendidikan Kewirausahaan di Indonesia.

“Sebagai orangtua kita bisa mengajarkan semangat kewirausahaan dengan melatih anak-anak melakukan the act of giving to make other people happy, yaitu semangat untuk memberi dan memberi itu bisa berbentuk apa saja, tidak hanya dalam bentuk materi,” ujar Prof. Dr Paulina Pannen selaku Dekan Sampoerna School of Education. Misalnya dengan melatih sang kakak membantu si adik menyelesaikan tugas sekolah. “Termasuk di dalamnya kreativitas, misalnya membuat kue untuk dibagikan ke orang rumah.

Menciptakan Wirausaha Baru

Dari situlah mereka bisa mulai mencoba menjual kuenya ke luar. Dan yang terpenting apa yang mereka lakukan berangkat dari hal-hal yang menjadi kesenangan atau hobi mereka,” jelas Paulina.

Sementara di kesempatan yang sama Sandiaga Uno, wirausahawan muda, mengungkapkan wirausahawan adalah pola pikir yang harus diajarkan sedini mungkin. “Langkah konkretnya bisa dengan mengajarkan mereka menyelesaikan masalahnya sendiri di kehidupan sehari-hari” tutur Sandiaga yang juga pendiri Mien R. Uno Foundation – sebuah yayasan yang fokus pada pembinaan generasi muda.