Memperkuat pembentukan karakter di fase new normal, Mentari Group memulai program “Ibu Pertiwi”

Pembelajaran jarak jauh (PJJ) dan pembelajaran tatap muka terbatas (PTM) akibat pandemi global Covid-19 menjadi tantangan pembentukan karakter bagi siswa, khususnya yang duduk di bangku Sekolah Dasar (SD).

Namun, bukan berarti pembentukan karakter harus berhenti. Agar pendidikan karakter tetap berjalan di masa pandemi

, diperlukan berbagai adaptasi dan inovasi.

Hal ini penting karena pembentukan karakter anak merupakan kebutuhan yang tidak dapat ditawar lagi jika Indonesia ingin menghasilkan generasi yang unggul dalam mempersiapkan Indonesia Emas 2045.

Menjawab tantangan tersebut, Mentari Group melalui salah satu entitasnya, Penerbitan ASTA Ilmu, mendukung pemerintah dengan meluncurkan program pembangunan karakter bangsa, Buku Bumi Pertiwi.

“Bunda Pertiwi merupakan bentuk keabadian Grup Mentari sebagai kontribusi aktif

membangun SDM Indonesia yang unggul. Sumber daya manusia yang unggul terdiri dari dua pilar yaitu karakter yang baik dan kompetensi yang tinggi,” kata Anna Rimba Phoa, ketua program Tanah Air, dalam konferensi pers online (29 Oktober 2021).

Anna menambahkan, “Karakter baik yang dibangun Ibu Pertiwi adalah yang berlandaskan pada nilai-nilai Pancasila.

Dapatkan informasi, inspirasi, dan wawasan di email Anda.
email pendaftaran

Program Tanah Air terdiri dari serangkaian buku literasi yang dibuat berdasarkan enam profil siswa Pancasila yang diluncurkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi.

Pada kesempatan yang sama, Natalina Rimba, Chief Marketing Officer Mentari Group, menyampaikan bahwa ada dua pendekatan pembelajaran di Bumi Pertiwi, yaitu pendekatan cerita dan pendekatan saintifik.

Baca juga: BPK PENABUR Jakarta Ciptakan Generasi TERBAIK dan Fokus Membangun Karakter untuk Menghadapi Era Disrupsi

“Melalui cerita, siswa akan lebih cepat memahami dan menghafal nilai-nilai karakter

yang tergambar dalam cerita. Pendekatan saintifik dilakukan dengan berbagai kegiatan pembelajaran yang berfungsi untuk mengembangkan kompetensi siswa,” jelas Natalina.

“Dengan cara ini, para siswa tidak hanya menghafal poin-poin dari Pancasila, tetapi benar-benar memahami dan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari,” pungkas Natalina.

Natalina menambahkan agar pembangunan karakter Ibu Pertiwi berdampak nyata, pihaknya telah menyiapkan sejumlah program pendukung, seperti workshop guru, buku untuk guru pendamping, kursus pelatihan untuk orang tua, yang akan tersedia dalam bentuk digital.

LIHAT JUGA :

https://nac.co.id/
https://futsalin.id/
https://evitdermaclinic.id/
https://kabarsultengbangkit.id/
https://journal-litbang-rekarta.co.id/
https://jadwalxxi.id/
https://www.greenlifestyle.or.id/
https://www.kopertis2.or.id/
https://rsddrsoebandi.id/
https://www.ktb-mitsubishimotors.co.id/
https://www.topijelajah.com/
https://mesinmilenial.com/